Minggu, 01 Mei 2016

Bagaimanakah menghadapi prilaku siswa yang bermasalah

Disebuah lembaga pendidikan formal,seperti sekolah,tidak bisa dipungkiri pasti ada sebagian siswanya yang memiliki perilaku bermasalah, seperti misalnya, sering merokok disekolah, berkelahi, malas sekolah, bolos dsb. Apa bila sekolah bertindak tegas sesuai aturan tata tertib yang berlaku, mungkin akan banyak siswa yang dikembalikan pada orang tuanya. Tapi tentunya bukan itu yang diharapkan oleh sekolah maupun orang tua siswa, karena sekolah adalah tempat untuk mengajar dan mendidik peserta didik.
Perilaku siswa seperti yang sudah disebutkan diatas, memang harus disikapi dan dicarikan solusi penanganannya, agar tidak menularkannya pada siswa siswa lainnya.
           Ada beberapa hal penting dan harus selalu diingat, dalam menangani siswa bermasalah antara lain adalah :

Bimbinglah siswa bermasalah tersebut dengan bijak, sabar dan tegas. Harus sabar, karena membimbing itu suatu proses.yang memakan waktu lama, karena merubah manusia dan bukan barang, Tapi perlu diingat walau sabar, tapi tetap komitmen dan konsisten terhadap aturan dan kesepakatan yang berlaku. Kemudian, membimbing itu harus tegas tapi tidak boleh otoriter.

Membimbing anak , tidak dengan kata kata kasar, mencaci, menghina, atau menjatuhkan harga diri siswa dengan memberikan julukan julukan , misalnya si bodoh, si goblok, si nakal dan lain lain, yang pada akhirnya siswa jadi sakit hati

Tidak mempermalukan siswa, dengan membuka aib, atau suatu kesalahan yang dibuat dihadapan orang banyak, seperti misalnya mengumumkannya kesiswa siswa lainnya, dari kelas kekelas, atau dari satu guru keguru lainnya. Bahkan, jangan sampai memposting aib atau kesalahan siswa ke medsos, karena hal tersebut tak akan menyelesaikan masalah, dan jadi semakin ramai dikomen oleh orang banyak.

Perlu diingat, bahwa setiap siswa punya karakter dan latar belakang yang berbeda beda, dan dalam membimbingpun, harus dilakukan berdasarkan perbedaan tersebut,

Dalam membimbing harus berkiblat pada tahapan tahapan yang harus dilalui, dan bila mana tidak berhasil dalam melaksanakan bimbingan, maka masalah jangan dibiarkan menggantung, tapi harus berani mengambil sikap, harus dibagaimanakan siswa tersebut, apakah perlu dikirim ke orang yang lebih ahli, seperti psikolog misalnya, atau diusulkan untuk dikembalikan pada orang tua.

Membimbing itu pada prinsipnya tidak mempermalukan, tidak menakut nakuti, tidak mengancam, tapi, mengarahkan agar siswa bisa berubah menjadi seperti apa yang diharapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar